Trik Cantik Penerimaan Diri
Merasa kurang beruntung? Kurang percaya diri? Merasa tidak berguna? Selalu
didera masalah? Pertanyaan-pertanyaan
tersebut sering muncul dalam keseharian dan terkadang kita terdiam cukup lama tanpa bisa menemukan
jawaban.
![]() |
| sumber : internet |
Sikap menerima
bukanlah menjadi sebuah kelemahan dalam menyikapi setiap masalah, dengan
menerima kita dapat berhenti dan melihat permasalahan menjadi lebih jernih dan
terang, karena dengan menerima berarti awal dari pencapaian berdamai dengan
diri sendiri. Uraian tersebut
disampaikan Juni Soekandar
seorang Life Coach, pelatihan “Mengenal Diri dan Temukan Potensi” yang
telah berkecimpung dibidang pengembangan
diri selama bertahun-tahun.
Tips mudah dibawah ini, mengajak belajar menerima diri dengan rasa syukur dan penuh bahagia.
1) Terima
kondisi kita saat ini. Tidak perlu
mengingat kondisi masa lalu yang
menyenangkan atau sebaliknya. Jika indah jadikan kenangan yang tak perlu
diumbar setiap saat. Jika masa lalu tidak sesuai harapan jadikan dia pengingat
supaya hal yang sama tidak terjadi lagi
di masa depan.
2) Mengerti
keinginan diri. Seringkali pertanyaan-pertanyaan diatas muncul karena perasaan
yang gak jelas, kita tidak mengetahui apa namanya pokoknya gak
nyaman. Baper alias
terbawa perasaan berkepanjangan
adalah tidak baik. Kemampuan kita
mengidentifikasi perasaan dan tahu apa yang kita inginkan merupakan setengah
dari penyelesaian masalah.
3)
Setelah
kita tahu apa yang jadi masalah dan apa yang kita mau , (sangat dianjurkan
menuliskannya di sebuah buku catatan) bacalah, resapilah karena sebenarnya kondisi
kita banyak positifnya daripada kondisi
sebaliknya. Dengan menyadari itu rasa
syukur kita akan jauh lebih besar. Sesungguhnya kita bisa dan telah berdamai dengan dengan diri .
4) Jika
belum, artinya kita masih perlu memikirkan alternatif-alternatif solusi yang
memungkinkan dilakukan. Dan take action/ bergerak/usaha
berarti setengah (nya) lagi dari masalah telah selesai.
Tidak ada solusi yang sempurna,
win-win solution sudah lebih dari cukup. Meyakini bahwa kita sudah take
action dan mengikhlaskan hati bahwa Tuhan lah yang lebih mengetahui apa
yang terbaik dan rela dengan ketentuanNya , pada detik itulah kita telah menerima diri dengan bahagia.

Komentar
Posting Komentar