AKU LARUNG NAMAMU DI MIANGAS
Menghitung hari.Aku sudah nggak sabar. Dalam 48 jam lagi aku akan pergi dari sini. Selamat tinggal kepulauan Porodisa, I hate you but, I know, I’ll miss you. Semoga ayah tak berubah pikiran. Melepas putri sulungnya belajar di tanah Jawa. * Sejak kecil aku memang sering berpindah –pindah tempat tinggal. Mengikuti ke manapun ayah ditugaskan. Ayahku seorang Perwira TNI Angkatan Laut. Seluruh kota di wilayah Indonesia yang ada lautnya, itulah rumahnya. Aku bagai terkena kutukan Dewa Hermes. Setiap pindah ke suatu kota aku belum pernah punya sahabat dekat. Sekedar teman adalah, tapi sahabat? Satu-satunya yang kuanggap sahabat hanyalah Lulu. Anak si mbok Biyah yang selalu ikut ibu. Terakhir, si mbok ikut kami ke Jakarta, lalu suaminya melarang. Jadilah mereka kaum urban Jakarta yang merepotkan gubernurnya. Thanks God hape ditemukan. Penemuan paling ajib abad ini. Komunikasi kami tak kandas oleh jarak. “Gue suka di sin...