Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Rasa itu Kembali 4#

Gambar
sumber : internet Pertemuan ke 7 dalam dua bulan. Sore ini Bintang datang hanya memakai kaos oblong bertuliskan AHER SABISA-BISA KUDU BISA PASTI BISA, sandal the crock dan celana denim biru kusam. Tak seperti biasanya yang selalu serasi eye catching Bintang terlihat santai dengan sekantong keresek berisi martabak asin kesukaan Rara.  Tujuh pertemuan dalam dua bula n jauhlah dari kata kencan atau apel malam mingguan. Lebih terasa sesi curhat seorang pasien stress yang selalu menyalahkan orang lain atas kondisinya yang malang. Pernah sekali ke bioskop atau sekedar makan disebuah mall. Dan Bintang selalu cerita tentang dirinya berpusat padanya. Ah, berlebihan juga sih kalau dikatakan pasien stres seperti itu..tapi Rara memang tak punya kata-kata lain yang bisa mewakili keakraban hubungannya sekarang ini. But, entah kenapa rasa sukanya tak beranjak dari hatinya. Tetap ditempat yang sama. Ada cara Bintang yang membuatnya nyaman, perhatiannya yang tak seberapa tapi selalu membuat pip...

Rasa itu Kembali #3

Gambar
sumber ; internet Masih menatap aspal pekat dalam gelapnya malam, matanya terlihat sayu juga tampak begitu lelah. Rara mengiba, ingin dia mengecup mata itu penuh kasih. "Aku mengenal kalian saat aku menikah, aku merasa ada tarikan sedemikian kuat yang tak hanya sekedar kerja dan kerja hingga aku tak sanggup berpaling. Aku fikir kalian mahluk Tuhan luar biasa yang mam pu mengisi kosongnya hati ini sekaligus membuatku berpendar bahagia. Aku memuja kalian, ku beri singasana tuk bisa menemaniku bertahta." Mata Bintang nanar, menerawang jauh tak berujung. Ada rindu tak bertepi tapi rasa sakit yang belum terlepaskan. "Kalian ternyata begitu complicated. Kalian mengekspresikan diri lewat kata, yang dimulut bicara A tapi maksud kalian B. Katanya bisa pulang sendiri tapi rupanya maksudnya plis, jemput aku, lalu dirumah ngambek dibilang gak perhatian, gak mengerti. Padahal jelas-jelas di SMS tertulis AKU PULANG SENDIRI." Ketika aku ingin istriku melakukan sesuatu yang kuf...

Rasa itu Kembali #2

Sepanjang perjalanan, Bintang banyak berbincang, nyata benar bedanya ketika di dunia maya yang irit kata. Sedikit basa basi tentang anak-anak, diselingi prolog ringan yang hambar "Kamu tau Ra, kenapa sekarang siang hari panas banget? Karena Matahari buka cabang dimana-mana." Bintang terbahak seakan leluconnya upto date kayak Cak Lontong yang terke nal itu, padahal sumpah,,, Rara sudah tahu sejak anak sulungnya masih netek 12 tahun yang lalu. Yah mau gimana lagi, Rara hanya bisa tertawa tersamar tapi senang bukan kepalang. Topikpun berganti. Bintang begitu terbuka, tentang pernikahannya, tiga anaknya, juga mantan istri dan mantan calon istri tak luput dari ceritanya, apalagi tentang pekerjaannya yang membuatnya sukses seperti sekarang. Ada hal yang membuat Rara pun termenung dibuatnya. Menurut Bintang, wanita sangat sulit diterka. Rara menyela ,"Istrimu ya Kang, bukan aku..he" Dulu istrinya dan calon istrinya sangat ekspresif, senang bercerita, tapi selalu saja ada k...

Rasa itu Kembali #1

Gambar
Bintang Alamsyah, namanya.  Bintang, benda langit yang berkilau, selalu ada di tempat teratas. Alamsyah mengandung makna alam raya. Gagah, mapan, cerdas dan selalu merasa benar itu realitanya. Rara mengenalnya 20 tahun yang lalu, saat seragamnya masih putih abu. Saat Rara kelas satu Bintang sudah kuliah semester 5, tapi di organisasinya kakak senior boleh-boleh saja datang ke almamater SMA bahkan bisa turut membina adik juniornya, disebutlah mereka Pandega. Dan Bintang turut mengembleng Rara saat itu. Rara dengan sobat-sobatnya di organisasi, menyukai Bintang tapi sekaligus disebelin. sumber gambar ; internet Pertemuan tak sengaja disebuah mall membuat Rara mengintip kembali masa eS eM A nya. Ketika tampak seorang lelaki paruh baya berjalan sendiri, tampak berwibawa. Badannya tegap dibalut kaos biru muda polos dengan celana denim senada dan sepatu ketsnya yang ringan membuatnya tampak percaya diri walau terkesan sedikit sombong. Dia berjalan ke arah Rara yang saat itu kelim...