Rasa Itu Kembali7#

Satu minggu berlalu, Rara tak bisa dihubungi. Bintang memaki, "Dasar wanita, tak pernah bisa 'kubaca'. Selalu berlalu dengan tanda tanya besar menganga..hufh". Tiba-tiba ponselnya berbunyi . Terkejut, sontak dia melonjak, tertulis nama Yana Unpad. "Halo Kang.. " Suara renyah perempuan menyapa Bintang. 
"Kamana wae yeuh? Hunting terus uy.." "Cerita dong, sampai mana berburumya." suara yang akrab bersahabat. "Heh.." Bintang malas menjawab keakraban itu, tapi dia sedang galau, diajaknya perempuan itu untuk bertemu di suatu resto di kawasan Dago atas.
sumber : internet
Seorang wanita turun dari sebuah mobil CRV warna hitam.Tampak begitu percaya diri. Berbalut kemeja putih selutut dengan celana panjang hitam dan kerudung bunga kecil warna warni tampak berkelas. Sekilas dia tampak seperti Walikota Tanggerang Selatan yang suaminya terjerat kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan. Cantik, anggun, berpendidikan, religius. Sempurna untuk penampilannya.
Bintang yang sudah menunggu disalah satu sudut tampak tersenyum. Berdiri dan mereka berjabat erat. Sang wanita tampak begitu ceria, begitu senang bertemu Bintang malam ini "Hei, kumaha kumaha aya naon? Meuni sono kang.." Badannya merapat ke bahu Bintang. "Tumben ngajak aku kesini..semoga sesuatu yang baik terjadi nih" katanya manja. " Kang tau ngga, sekarang lagi ada promo umroh nih cuma $1900 sudah dapet hotel bintang lima yang gak jauh dari Kabah, trus pesawatnya juga bukan Garuda tapi Ejtihad Airlines. Pengen banget ikut deh, yuk berangkat bareng kang.." " Eh tapi gak cucok tanggalnya nih... Aku lagi di Bali tanggal segitu mah. Ada Simposium tentang Boomingnya Media Sosial dan Pengaruhnya pada Prilaku Remaja seASEAN. Males sebenarnya tapi karena yang ngajak Pak Guntur Suganda gak enak banget nolaknya. Ikut ke Bali yuk. Ntar aku kabur aja. Kita ke pantai Pandawa dan nyelem di sana.Aku kesengsem banget tuh. Lalu kita booging bareng. Ah, jadi semangat banget nih kalau Akang ikut.."
Bintang yang sedari tadi berharap bisa berbagi sedikit saja tentang galaunya hanya bisa menarik nafas panjang. Rara......, kau dimana.
Tapi bukan Bintang namanya kalau membiarkan dirinya menjadi pendengar saja, tak mungkinlah dia mengizinkan Yana terus menerus bercerita.Tiba- tiba Bintang menyela, " Aku fallin in love, Yan.." " Sama Rara.." Yana tersedak.
Setelah menguasai diri Yana bertanya,"Rara siapa?Teman di kantor? Perasaan selama ini gak ada deh temen kantor Akang yang namanya Rara." Yana berfikir keras. Mendonlod wajah - wajah dari batang otaknya. Semua wajah yang muncul tak terkoneksi dengan nama Rara. Yana nyerah. " Wah, nemu cewek di Cafe mana nih? Dan meluluhkan hatimu yang sudah membatu dengan satu goyangan. Haha.. Gak percaya deh. Kayak gimana sih orangnya?" Yana memberondong dengan segudang pertanyaan. Dia jelas sangat penasaran sekaligus panas hati. Meskipun hubungan mereka Teman Tapi Mesra tetap saja ketika satu nama lain disebut terlebih sampai ada hati terpaut dia cemberut.
"Kau inget ngga, sama kakak kelasmu di SMA..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dering Telepon di Saat Hujan

Ikhlas, Bak Kilau Berlian

Rasa Itu Kembali 11#