Miladnya Sekolah Ibu - Rumah Keluarga Indonesia
Pagi ini
saya bergegas. Membantu sahabat yang mau gelar lapak di sebuah hajatan
ibu-ibu.
“Bakal
lumayan nih, ibu-ibu yang datang ke acara ini pasti gak sempet masak kan? Pasti lapak kita laris manis.” Semangatnya
menggebu. Memprediksi ibu-ibu butuh masakan jadi untuk di bawa pulang saat
acara usai. Terbayang jualannya ludes diserbu.
Memang, hari
Minggu 16 Desember 2018 Sekolah Ibu
Partai Keadilan Sejahtera Kota Bandung menggelar perhelatan besar. Sebelas
tahun mengabdi begitu judul besar di
panggung. Sekaligus merayakan hari Ibu di bulan yang sama. Pokoknya semua tentang wanita tentang IBU.
Acara
puncaknya seru pisan, botram massal dengan menu andalan orang Sunda Kerodok dan
Kurupuk. Bayangkan hampir semua yang hadir akan ngarendos bareng bikin karedok.
Karedok
adalah makanan khas urang Sunda yang teridiri dari berbagai sayuran mentah yang
telah dipotong-potong segar lalu di ulek
di coet beserta kacang tanah goreng. Ditambah bumbu-bumbu andalan
seperti garam, cikur, gula merah, asem tak lupa rawit atau cabe sebagai pencetar
rasa.
Sayurannya
juga adalah sayuran yang mudah didapat, di pasar tentunya he.. Ada kol, touge,
daun kemangi, mentimun, dan yang harus ada di setiap karedok adalah kacang
panjang. Wuih..menuliskannya aja udah bikin laperr..
Tapi bukan
ibu namanya kalo acara makan-makan ini nggak di isi dengan sesuatu yang
bermanfaat. Bukankah khasnya seorang ibu, selalu menasehati,
memberi pesan kehidupan? Menasehati anaknya tidak melulu disaat yang serius
apalagi dengan cara yang kaku. Misalnya memanggil si anak lalu duduk berhadapan
dan berbicara dengan intonasi yang canggung atau terkesan serius. Ah, kalau
masih kayak gitu dijamin gatot alias gagal total misi ibu.
Juga di acara
Milad Sekolah Ibu tahun ini. Saya mencatat dua hal penting yang berbeda dengan
acara milad sebelumnya. Pemberian Award
bagi para Ibu di kota Bandung yang dinilai telah istiqomah memberi manfaat pada
lingkungan sekitar dan sosialisasi program KANG PISMAN.
Yang
membanggakan salah satu penerima award adalah Teh Indari Mastuti founder
INScript dan INDblack. Bertemu teteh satu ini cuma dua kata yang bisa
disimpulkan bageur, semangat dan full
idea. Halah lebih dari dua kata dong hehe . Selain beliau ada 7 Ibu-Ibu Inspiratif lainnya yang berkiprah di bidang berbeda.
Hal kedua
adalah tentang KANG PISMAN. Ini juga tak
kalah gregetnya. Kang Pisman adalah sebuah gerakan pemerintah kota Bandung untuk
peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama sampah plastik.
Taukan arti KANG
PISMAN?
KANG (kurangi
sampah makanan) PIS (pilah sampah)
MAN (manfaatkan sampah menjadi nilai jual)
Tagline yang
dikenal “Pisahkan, Kurangi dan Manfaatkan”
Wujud nyata dari
kampanye ini adalah kebiasaan memilah
sampah sejak dari rumah. Antara sampah sisa makanan yang bisa hancur dan sampah
yang tidak bisa hancur seperti sampah botol plastik, keresek, plastik pembungkus
makanan.
Selain itu
saat ini mulai dibudayakan bawa minum dari tumbler yang di bawa dari rumah. Setiap
pengajian atau kegiatan massal lainnya panitia wajib menyediakan dispenser
minum supaya bisa digunakan ibu- ibu jika yang dibawa dari rumah habis. Bayangkan,
satu kegiatan yang diikuti 30 orang sudah bisa mengatasi 30 cup plastik sampah
yang dihasilkan dari minuman. Jika kegiatan dilakukan 20 hari di 3 tempat berbeda, berarti telah mengatasi sampah botol/cup minuman
sebanyak 1800 buah. Waaw amazing !!
Hayu ah,
sekarang mah biasakan bawa tumbler isi ulang di setiap aktivitas kita. Bisa
melakukan hal kecil yang berdampak besar bukankah itu suatu prilaku mulia?




Komentar
Posting Komentar