Emak, Abah, Beneran Sudah Paham Aqil Baligh?

Hampir semua akan menganggukkan kepala, setuju bahwa  aqil baligh adalah ketika anak sudah mimpi basah untuk laki-laki dan sejak pertama kali haid untuk  anak perempuan. Saat dosa dan pahala mulai dihitung, malaikat Roqib Atid mulai mengeluarkan catatannya. Apakah hanya sebatas itu?

APA ITU AQIL ? APA ITU BALIGH?
Baligh adalah kematangan organ reproduksi sebagai tanda seorang manusia telah beralih dari anak-anak menjadi dewasa. Ditandai dengan mimpi basah dan menstruasi. 
Aqil adalah keterhubungan pikiran dan hati sehingga seseorang menjadi matang dalam berpikir, merasa dan bersikap.  Aqil dan Baligh berproses beriringan. 
Allah tumbuhkan menjadi seorang yang aqil seiring fisiknya bertumbuh menjadi baligh.

BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN AQIL  DAN BALIGH
Siapkan anak-anak dengan tiga hal yaitu :
1.Mengenalkan Fitrah Keimanan
Bagi muslim, orang tua hendaknya selalu ingat dengan firman Allah swt, quran surat  An-Nisa ayat 9  yang artinya :
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”
Setiap anak-anak lahir di zaman yang Allah swt  pilihkan. Itu artinya Allah telah siapkan rencana khusus untuk mereka. Ketika saat ini, para ahli  menamakan  zaman milenial, dengan anak-anak yang lahir direntang tahun 200-an dengan sebutan generasi  W, generasi Z maka pada hakekatnya telah Allah siapkan modal keunikan  dan karakter yang dibutuhkan  agar anak-anak  bertahan hidup di zaman yang berbeda dengan kita.  Al quran sebagai pedoman hidup yang sama dari sejak diturunkan 1500 tahun lalu, sampai detik ini mengajarkan  karakter pertamadan utama  tentang tauhid.
Sebagai orang tua sesungguhnya kita tidak dapat membayangkan seperti apa tantangan yang akan anak-anak hadapi. Yang bisa dipersiapkan adalah menumbuhkan tauhid dalam wujud keimanan. Keimanan adalah fitrah. Persiapkanlah anak-anak mahabbatullah. Tentang cinta. Bukan tentang taat. Karena cinta itulah yang akan memunculkan harap, takut dan taat.
“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamannu. (Ali bin Abi Thalib).
2. Berproses Menjadi Tangguh
Quran surat  Al Israa ayat 84. “ Hai Muhammad katakanlah : setiap orang akan berbuat sesuai agamanya. Tuhan kalian lebih tahu siapa yang benar agamanya. “
Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing yang khas (Syaakilaah).
Maka Allah lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. Ayat tersebut berbicara tentang kewajiban orang tua mendidik anak-anak yang tangguh sehingga mereka sanggup menghadapi tantangan hidup di zamannya kelak
Membangun ketangguhan artinya mengizinkan, bukan membiarkan,  anak-anak berusaha terus menerus, jatuh bangun dalam belajar, selama masih dalam koridor kebenaran yang disyariatkan agama.
Sebagai orang tua kita akan mengizinkan beberapa peristiwa terjadi pada anak tanpa bantuan kita. Contoh tidak selalu membantunya jika dia ketinggalan PR di rumah. Tidak memilihkan baju yang akan dipakainya. Mengizinkan pilihannya padahal berbeda dengan pilihan kita. Tanpa melupakan tugas kita untuk mengarahkan dan memberi pandangan. Mengizinkan anak bermain dengan temannya dan kalah. Anak melakukan apa yang dipilihnya dengan alasan yang bisa dipertanggung jawabkan. Sampai akhirnya anak menyadari  bahwa sesuatu yang dia inginkan harus diperjuangkan. Terlebih jika hal tersebut  penting dan bermakna untuk kehidupannya.
Anak akan memperjuangkan apa yang  bermakna dan apa yang diminatinya. Mengenal apa yang diminatinya jika ia diberi kesempatan dan ditemani prosesnya   Anak merasakan berbagai macam aktivitas serta menjalani prosesnya. Proses,  mengantarkan anak pada realita kehidupan yang kemudian memanggil  kesadarannya  untuk bergerak dan berjuang. Saat berproses itulah secara alami anak didik tangguh oleh Allah swt secara langsung sebagai  fitrahnya secara alamiah.
Itulah esensi aqil baligh. Aqil adalah keterhubungan pikiran  dan hati sehingga dewasa dan matang dalam berpikir, merasa dan bersikap.
3. Mengenal Potensi Uniknya.
 Generasi  aqil baligh yang sesuai  fitrahnya  akan mampu :
1) Menjadi diri sendiri yang sadar dengan potensi dan bakatnya.
2) Menyongsong masa depannya dengan berkaraya dan produktif
Allah Maha Adil. Dia telah mengatur jalan sukses setiap anak. Keunikan  mereka berbeda satu sama lain dan itulah modal dari Allah untuk jalan rezekinya . Keunikan diri dapat dikenali melalui prilaku sehari-hari mereka. Dari sejak bangun sampai tidur lagi di malam hari. Cara berpikir, berprilakunya, caranya mengamati dan merasakan sesuatu dll. Itulah karakter dasarnya. 
Oleh karena itu kesempatan anak-anak untuk mendapat banyak pengalaman dari bervariasinya aktivitas selain pendidikan klasikal sangat dibutuhkan. Melalui pengalaman tersebut anak akan mengenal dirinya, minat dan kemampuannya, paham kompentensi dan bagaimana dia akan bermanfaat di masyarakat kelak.
Ini adalah bagian penting dari pendidikan aqil baligh. Tanpa proses ini seorang anak hanya akan tumbuh menjadi baligh tanpa menyadari potensinya. Fitrah keimanananya bisa jadi tumbuh subur tapi fitrah bakatnya terabaikan dan kurang optimal.
Aqil baligh berarti juga matang secara kesadaran, fisik, pemikiran dan spiritual.

Tugas Emak dan Abah  bukan hal yang mudah tapi juga tidak sulit jika sudah bisa memahami peran tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak. Kekompakan Emak dan Abah sangat dibutuhkan selain menyadari dan bersabar.  Semangat ya Mak, Bah ! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dering Telepon di Saat Hujan

Ikhlas, Bak Kilau Berlian

Rasa Itu Kembali 11#