Pernahkah Anda merasa Hebat?


Periksa Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-2 terbitan Balai Pustaka di halaman 345 terbaca arti Hebat adalah terlampau; amat sangat (dahsyat,ramai, kuat, seru, bagus , menakutkan)

Tulisan ini dimaksudkan pada kondisi jasad dan ruh yang sehat, gembira dan punya peran di lingkungan sekitar.  Lebih dari itu, adalah ketika apa yang diimpikan satu persatu terwujud.

Merasa hebat bukanlah sesuatu yang salah apalagi tak pantas, tapi sebagai salah satu cara memotivasi diri. Kesuksesan selalu diawali dengan motivasi, alasan –alasan mengapa Anda melakukan sesuatu. Usaha setiap orang berbeda karena motivasinya, karena niatnya.

Merasa hebat tidak melulu membicarakan tentang kesuksesan yang real terjadi atau  wujudnya terlihat. Menjadi pribadi yang lebih baik karena bisa menahan diri dari marah, menjadi lebih sholeh karena bisa shaum Senin Kamis, karena tetap tenang ketika anak rewel adalah bukti otentik bahwa Anda hebat.

Yang menjadi masalah,  ketika terjadi sebaliknya. Tidak merasa hebat, tidak percaya diri. Mengapa hal itu terjadi? Karena Anda membandingkan. Tanpa sadar Anda membandingkan diri  dengan orang lain. Saat membaca status teman dilike banyak orang, saat tahu produk jualannya banyak diminati, ketika silaturahmi bulanan di arisan atau pengajian, ketika bertemu dengan ibu-ibu temen sekelas anak atau saat di undangan pernikahan Anda membandingkan. Setelah itu apa yang terjadi? Terkadang benar saja, Anda berhenti.  Malas  dan tak bersemangat. Bila hal itu terjadi yang rugi ya Anda sendiri.

Sudahlah, mulai sekarang tak perlu membandingkan. Apresiasi diri Anda. Catatlah hal-hal kecil yang berhasil  diraih dan meyakini bahwa Anda hebat karena ada yang Maha Hebat. Fokuslah pada rencana-rencana. Disiplin diri sangat diperlukan.
Tidak ada alasan kita tidak bisa apa-apa, apalagi dengan kalimat sakti urang Sunda “da aku mah apa atuh”  harus dibuang di delete dari mind set Anda. Jadilah bersinar meski sinar itu hanya menyala kecil, hanya menerangi sedikit. Dengan penuh keyakinan menghebatlah ! Tanpa perlu merasa sombong.


sumber foto : internet

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dering Telepon di Saat Hujan

Ikhlas, Bak Kilau Berlian

Rasa Itu Kembali 11#